banner-hjb-534-pemkab>

Masjid di Citeureup Dikelilingi Tempat Maksiat

0

CITEUREUP, BOGORPOS – Keberadaan warung maupun cafe yang ditengarai menjualminuman keras (miras) membuat warga Desa Puspasari, Kecamatan Citeureup, resah. Pasalnya, selain mengganggu kenyamanan juga cafe tersebut letaknya tidak jauh dari masjid sehingga mengganggu jemaah yang tengah menjalankan ibadah shalat.

Ketua DKM Al Hidayah, Ahmad Nasrullah meminta agar aparatur kecamatan Citeureup mencarikan solusi yang terbaik dalam menghadapi persoalan cafe-cafe di sepanjang Jagorawi Kebon Kopi, Desa Puspasari. Karena keberadaannya dianggap sangat meresahkan warga sekitar terutama para jemaah Al Hidayah.

“Terus terang banyak warga yang resah. Warga sudah sering menegur kepada pemilik cafe, tetapi tidak pernah digubris,” ujar Ahmad.

Sebelumnya, warga sudah melaporkannya kepada pihak desa, namun tidak pernah ada tindakan. Karena itu, sebagai perwakilan warga dirinya mendatangi kantor kecamatan setempat Senin kemarin agar aparat di wilayah segera menertibkan cafe-cafe yang sudah beroperasi sejak lima tahun yang lalu itu.

“Kami ingin agar Muspika bertindak tegas. Sebab berdasarkan laporan dari warga kalau cafe itu menjual tuak dan menjadi tempat mabuk. Ini kan jelas dilarang apalagi lokasinya berdekatan dengan tempat beribadah,” ujarnya.

Hingga saat ini, kata dia, emosi warga masih bisa diredam. Akan tetapi, laporan warga masih juga tidak ditanggapi pihak kecamatan, maka dikhawatirkan warga melakukan tindakan anarkis.

“Sampai saat ini warga masih menahan diri menunggu tindakan kongkret dari pemerintah setempat. Tapi kalau tidak ada tindakan, ya bisa saja anarkis,” terangnya.

Ardi salah satu anggota Satpol PP Kecamatan Citeureup saat ditemui mengklaim telah beberapa kali menegur pemilik cafe, namun upaya tersebut tidak pernah ditanggapi. “Sudah diimbau namun tak pernah ditanggapi. Nanti kami coba tegur lagi,” singkatnya. (ZD)

Share.

Leave A Reply