banner-hjb-534-pemkab>

Bima : Layanan RSUD Untuk Seluruh Lapisan Masyarakat

0

Bogor, bogorpos.com – Selain Pendidikan, pelayanan kesehatan merupakan hak bagi seluruh warga Kota Bogor. Pemerintah Kota Bogor senantiasa berusaha dan berupaya maksimal dalam memberikan pelayanan terbaiknya untuk kedua bidang prioritas tersebut, disamping prioritas lain tentunya. Hal ini disampaikan Walikota Bogor, Bima Arya ketika menjadi nara sumber bersama Direktur RSUD Kota Bogor, Dr.Dewi Basmalah pada program rutin on air, Kontak Juanda 10 Radio Sipatahunan, pada Senin pagi (19/10).

“Dibanding kota lain di Jawa Barat, Kota Bogor terlambat memiliki RSUD. Semestinya lebih awal tapi Alhamdulillah saat ini Kota Bogor telah memiliki RSUD,” ujar Bima. Walaupun baru berusia satu tahun, menurut Bima kehadiran RSUD setidaknya mampu memuaskan dahaga warga Kota Bogor akan pelayanan kesehatan. “RSUD tidak hanya harus baik dalam mutu dan kualitas secara medis tapi juga harus mampu menjangkau seluruh lapisan Kota Bogor,” lanjut Bima.

Dalam rentang satu tahun, menurut Bima RSUD telah menangani dengan baik terkait pengurusan dan pengelolaan beberapa hal, diantaranya polemik ketersedian ruang atau kamar. “Saya sangat mengapresiasi atas langkah RSUD dalam menangani pasien yang belum kebagian kamar dengan menitipkan sementara di kamar lain atau kelas lain. Mudah-mudahan upaya ini menjadi bagian untuk memberikan pelayanan yang terbaik secara maksimal bagi para pasien,” kata Bima.

Menurut Bima, RSUD Kota Bogor salah satu BLUD yang perputaran uangnya luar biasa. “Hasil kuntungannya yang dikelola secara profesional, tentunya akan dikembalikan kepada warga Kota Bogor dalam bentuk pelayanan. Pemerintah Kota Bogor berkomitmen untuk selalu mendorong peningkatan sarana prasarana dan mengakses bantuan pusat agar RSUD jadi lebih profesional dan pelayanannya lebih meningkat,” terangnya.

Sedangkan Dewi Basmalah selaku Direktur RSUD Kota Bogor menerangkan dari keseluruhan kamar yang berjumlah 207 di RSUD Kota Bogor, 30 % di antaranya didistribusikan untuk kelas tiga. “Namun, fasilitas kamar kelas 3 yang kami sediakan belum mampu untuk mengcover seluruh pasien. Salah satu langkah antisipasi yang ditempuh RSUD Kota Bogor dengan menitipkan sementara pasien dikamar dan kelas yang berbeda,” terang Dewi.

Dalam menerima pasien, RSUD Kota Bogor tidak melihat asal pasien dari Kota atau Kabupaten. “Hampir 90% pasien yang berobat adalah peserta BPJS. Insya Allah, kedepanya kami akan berusaha mandiri. Saat ini, baru operasional yang bisa kami jalankan secara mandiri sedangkan untuk pengadaan sarana dan prasarana kami masih memerlukan bantuan Pemerintah Kota Bogor,” tutur Dewi.

Rencananya, tahun 2016 RSUD Kota Bogor akan menambah beberapa lantai. Pembangunan ini bertujuan, agar RSUD dapat melayani kesehatan bagi warga Kota Bogor secara maksimal. “Tahun 2016, RSUD akan menambah beberapa ruang perawatan khusus bagi pasien penderita penyakit khusus, termasuk tersedianya ruangan MRI,” sebut Dewi.

Dewi juga menerangkan sejak dibuka dua bulan yang lalu, klinik hemodialisa RSUD Kota Bogor yang baru memiliki 8 unit bed, sudah melebihi kapasitas. “Ke depannya, kami akan menambah 30 unit bed untuk melayani pasien klinik hemodialisa yang cukup tinggi,” urainya.

Share.

Leave A Reply