banner-hjb-534-pemkab>

Ketika Senyum, Sapa, Salam Cuma Slogan Kosong di RSUD Ciawi

13

Ciawi, bogorpos.com – Slogan Senyum-Sapa-Salam (3S) yang selama ini digembar-gemborkan oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi ternyata hanya jargon belaka, setidaknya kesimpulan tersebut benar adanya untuk seorang warga Ciawi yang baru-baru ini mengalami perlakuan tidak menyenangkan dari seorang dokter jaga di salah satu RSUD terbesar di Bumi Tegar Beriman.

Bagaimana tidak, ia yang merupakan seorang wanita yang telah berumur dan tengah berupaya untuk memenuhi keinginan bibinya yang telah berusia 80 tahun penderita kanker untuk mendapatkan perawatan malah harus menerima kenyataan dibentak-bentak oleh seorang dokter laki-laki berusia muda di depan pintu masuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Ciawi.

Ia mengakui, selama ini ia sering mendengar dari banyak warga lain tentang berbagai macam hal negatif terkait pelayanan di RSUD Ciawi, namun sedikitpun ia tidak menyangka hal tersebut bakal dialaminya sendiri. (BACA : Tolak Layani Pasien, Dokter RSUD Ciawi Lontarkan Kata-kata Kasar)

“Saya memang sering mendengar cerita dari beberapa teman dan kerabat yang pernah mendapat perlakuan tidak menyenangkan saat berurusan dengan rumah sakit Ciawi, saya sih tidak percaya begitu saja, tapi sekarang saya alamin sendiri,” kata dia.

Dia bahkan mengungkapkan, pada malam setelah kejadian dibentak oleh dokter jaga bernama Audy tersebut, dia mengaku tidak bisa tidur nyenyak. “Bayangkan saja mas, saya yang sudah setua ini dibentak dengan bahasa elu-gue sama dokter yang umurnya jauh di bawah saya, apa pantas seorang dokter berbuat seperti itu,” bebernya.

Perlakuan kurang menyenangkan juga kabarnya diterima oleh dua orang jurnalis media cetak lokal yang hendak meminta tanggapan dari petinggi RSUD Ciawi, mereka mengungkapkan bagaimana seorang staf wanita terkesan tidak berkenan atas kedatangan keduanya untuk melaksanakan tugas jurnalistiknya. “Sempat dipersulit dan ditahan-tahan, akhirnya setelah saya telepon direktur, baru kami diizinkan naik ke lantai atas,” tukas jurnalis tersebut. (DRi)

 

Share.

13 Comments

  1. julianti on

    Sy pun pernah mengalami hal serupa waktu orang tua sy hrs di rawat di rs ciawi.Dr Ugd nya yg galak dan tdk sopan terhadap orang tua sy..dng kata2 yg keras membentak2..harusnya meraka semua di traning ..untuk bisa memperlakukan pasiennya dng baik..

  2. Betul bgt..jgn kan masyarakat,kita aja dulu sebagai mahasiswa takut praktek di situ..

  3. Allhamdulilah,sewaktu paman saya berobat di rsud ciawi terlayani dengan baik, belum punya kartu bpjs tapi bisa rwat inap di kamar kelas 3 sambil menunggu krtu bpjs jadi…

  4. Allhamdulilah,pengalaman saya tentang rsud ciawi sungguh berbalik keadaan,sewaktu paman saya sakit,dilayani dengan baik,dan berperikemanusiaan,belum punya kartu bpjs,dapat rawat inap gratis untuk kelas 3..sambil menunggu bpjs jadi..sudah mutar2 ke rs lain ,ditolak krena biaya,sesampainya di rsud ciawi dapat diterima tanpa uang sepeser pun

  5. untuk yg menulis artikel ini, coba lebih smart untuk konfirmasi data, sy ralat y bkn 3S senyum sapa salam, tapi 5S Senyum Salam Sapa Sopan Santun, kliatan bgt beritax cm dpt nyomot2 dr berita jurnalist lain, berita itu harus akurat, itu merusak hak cipta merek.

    • Nurdin Hakim on

      Mba ratih sya koment dikit bagaimana mau mencapai 5s lah wong yg 3s aja tdk di laksanakan dgn baik..rumah sakit sekelas RSUD mba itu di isi oleh org2 yg pnya pendidikan cukup bahkan lebih mulai dri SLTA sampai S3,tapi kadang cara bicara mereka tdk mencermin kan seseorang yg punya pendidikan,malah kadang bisa bcara se enak perut nya dan malah bisa di katakan lebih santun dan sopan org desa cara bicara nya,tksh mba

  6. Kalo saya dapet perlakuan kurang baik di bagian admisistrasi nya , karna saya ga mengerti , dan saya harus konsultasi ke faskes tingkat 1 , dan kata pihak puskesmas , kalo ada surat rujukan dr dokter nya langsung di rsud ciawi , gaperlu minta surat rujukan lagi dari puskesmas . “Itu bagian admisistrasi nya mungkin ga ngerti , laporin ajah ke pihak bpjs” kata dokter di puskesmas.

    Tapi saya suka sama dokter jantung nya , yg sangat super ramah :)

  7. Yorusuke on

    Orang tua saya juga pernah mengalami sama seperti di atas tapi bukan sam dokternya melainkan sama petugasnya

  8. Pecat dokternya yang berkata kasar,copot direktur rs nya, ganti dengan yang lebih cakap

  9. siti paridah on

    Btul bngt tuh. Kya gx mw melayani pasien. Wajar kan klo sya sebagai anak pasien bertanya” soal penyakit bapa saya. Malah d bilang bawel bnget. Tenang aja gx bakal mati ko bapa kamu. Sopan gx tuh.

  10. Nurdin Hakim on

    RSUD ciawi hampir seluruh staff nya pda bermain soal faktur biaya tagihan pasien (mark up) di mulai dari rawat inap sampai kasir dan kpla keuangan yg memiliki titel MARS,hati2 bagi sdra rekan yg di rawat inap di rsud ciawi agar lebih teliti dalam pembayaran biaya rawat inap,mereka akan memasukan biaya tambahan dari alat/obt yg kita tidak pakai tidak kta gunakan dgn bahasa atau nama alat kedokteran yg mungkin bagi org awam tdk mengerti,atau kita menggunakan alat bantu kesehatan semisal infusion pump yg biaya nya per hari harus nya tdk lebih dari 25 ribu ternyata mereka masukan tagihan ke kita 25 ribu per jam di kali 3 hari,kan edan gak kira2 markup (korupsi) nya,smpai akhir nya sya labrak semua nya mulai dri kpla perawat,kasir, dan kpla keuangan yg pnya titel MARS ( manajemen ruma sakit) bukti faktur tagihan yg di markup msh ada,sekedar sharing buat semua nya sekali lagi agar lbh berhati2 kalau di rawat inap di RSUD ciawi

  11. Emang bener saya dulu bawa anak k dokter poli anak mau d periksa aja lama nya minta ampun..padahal saya gk pke kartu bpjs..melalui pasien umum..lama banget d suruh ksana kemari..anak saya baru berumur 4 th waktu itu..masa d srh d rontgen..padahal setelah saya bawa k klinik badra katanya gk boleh d rontgen masih kecil..padahal uang udah abis banyak tapi suruh bolak balik mulu sma dokternya gk jelas..sampai sekarang

Leave A Reply