banner-hjb-534-pemkab>

PPSAC Gelar Festival Silat Aliran Cimande

0

Cimande, bogorpos.com – Ratusan peserta dari enam lingkung seni pencak silat aliran Cimande mengikuti festival pencak silat yang bertempat di Padepokan Silat Cimande, Kampung Tarikolot Desa Cimande Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor Sabtu, (19/3/2016)

Sebanyak enam lingkung seni pencak silat se-Kecamatan Caringin itu berada dibawah naungan Persatuan Pencak Silat Aliran Cimande (PPSAC). kegiatan pelestarian seni pencak silat cimande tersebut mengambil tema ‘dengan melestarikan budaya untuk mencerdaskan bangsa,’ kegiatan yang dimulai pukul 09.00 Wib itu dilaksanakan selama dua hari Sabtu-Minggu (19-20 Maret 2016).

rencananya acara akan dibuka langsung oleh Bupati. namun, entah kenapa berhalangan hadir sehingga hanya diwakilkan kepada Kadisbudpora Kabupaten Bogor.

HM Agus Asmara, salah satu pengurus PPSAC mengungkapkan untuk kegiatan tahun ini baru di ikuti dua desa dengan enam lingkung seni. Ke depannya, kata dia, PPSAC ingin mengadakan workshop tentang silat cimande.
“Kita undang semua perguruan-perguruan yang beraliran cimande. Mudah-mudahan kedepan dengan dukungan pemerintah bisa terlaksana hingga ke tingkat kabupaten bahkan tingkat propinsi,” ujar HM Agus Asmara kepada bogorpos.com.

Pantauan bogorpos.com, di hari pembukaan, ratusan pendekar lingkung seni perguruan silat, dari berbagai kalangan usia berkumpul menjadi satu serta orangtua dari peserta turut hadir.

“Kami ingin mempertahankan budaya ini, kemudian mendidik mereka, mencoba mental mereka dalam penampilan, diharapkan nantinya setelah mereka mampu tampil di depan umum, mereka juga mampu meyi’arkannya, sehingga ada generasi-generasi baru yang akan tercipta, sehingga budaya ini tidak akan mundur,” ujarnya.

Sementara itu ketua Persatuan Pencak Silat Aliran Cimande, Darma, yang akrab dipanggil Uwa berharap festival silat tradisi ini bisa figelar hingga ke tingkat kabupaten bahkan sampai ke tingkat propinsi.

“yang datang kesini (untuk belajar pencak silat aliran Cimande) bukan hanya dari Indonesia saja, bahkan ada juga yang datang dari mancanegara seperti dari Malaysia, Belanda, Australia, Amerika dan Inggris,” jelas Darma.

“Orang Amerika saja jauh-jauh mencintai dan menyayangi budaya kita, bagaimana kalau kita tidak melestarikannya. Jangan sampai dicuri atau diakui oleh negara lain,” pungkasnya. (Djava)

Share.

Leave A Reply