banner-hjb-534-pemkab>

Setengah Warga Kabupaten Cianjur Belum Konsumsi Makanan Bergizi

0

Cianjur, bogorpos.com – Rendahnya tingkat konsumsi makanan bergizi di Kabupaten Cianjur berisiko meningkatkan kasus gizi buruk pada anak di daerah yang terkenal subur di propinsi Jawa Barat tersebut. Berdasarkan data yang dihimpun Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Kabupaten Cianjur, baru 45 persen saja warga Cianjur yang mengonsumsi makanan bergizi.

Ketua Persagi Kabupaten Cianjur Cucup Hasan menyatakan, belum meratanya konsumsi makanan bergizi di Cianjur disebabkan tiga kendala. Yang pertama adalah pemahaman masyarakat yang salah tentang makanan bergizi untuk tubuh. Kedua adalah kurangnya promosi dan tenaga gizi untuk mengenalkan bahan pangan bergizi tinggi kepada masyarakat. Selanjutnya, yang terakhir adalah kesadaran masyarakat yang masih rendah dan cenderung tidak acuh terhadap asupan gizi bagi tubuh.

“Selama ini asumsi masyarakat, makanan yang bergizi itu mahal. Padahal, bahan pokok lokal yang murah dan terjangkau, kandungan gizinya baik untuk tubuh,” ucap dia saat ditemui di Pameran Pangan Lokal dan Lomba Cipta Menu Kabupaten Cianjur, Gedung Bale Rancage, Jalan Siliwangi, Kecamatan/Kabupaten Cianjur, Selasa 26 Juli 2016.

Ia mengakui, hambatan tak hanya dari masyarakat. Kurangnya tenaga ahli gizi yang di tiap pelayanan kesehatan masyarakat (yankesmas) pun jadi kendala rendahnya konsumsi makanan bergizi.

Menurut Cucup, bahan pangan lokal lebih baik dikonsumsi bagi tubuh ketimbang makanan instan. Padahal bahan lokal mudah sekali didapat untuk dikonsumsi. Bahkan warga pun bisa menanam sendiri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Untuk mengenalkan bahan pangan lokal sebagai asupan gizi itu sulit, jumlah kami terbatas hanya beranggotakan 33 kader dan disebar di seluruh Puskesmas di Cianjur. kurangnya tenaga ahli, membuat kami cukup kesulitan untuk mengedukasi warga,” tuturnya.

Kurangnya asupan makanan bergizi, sambung dia, berisiko meningkatnya kasus gizi buruk pada anak. Kasus gizi buruk yang terjadi di Cianjur masih cukup tinggi. Berdasarkan data yang dihimpun, pada tahun 2014, setidaknya 205 kasus penderita gizi buruk ditemukan. (Djava)

Share.

Leave A Reply