banner-hjb-534-pemkab>

Santainya Acara Bedah Buku di Museum Perjuangan Bogor

0

Bogor, bogorpos.com – Dialog kesejarahan tidak harus dilaksanakan dengan terlalu serius namun harus diselingi dengan atraksi kesenian, agar tidak membosankan, seperti yang dilaksanakan di Museum Perjuangan Bogor (MPB), Minggu (28/8/2016). Menurut Ketua Panitia Pelaksana, Safari Budiman kegiatan tersebut baru pertama kali dilaksanakan. Selain memupuk rasa cinta tanah air, agar masyarakat Bogor mengetahui sejarah perjuangan para pahlawannya, juga mengenalkan kembali MPB ke segenap lapisan masyakarat.

“Nara sumbernya Kang Edi Sudrajat Penulis Buku Bogor di Masa Perjuangan Tahun 1945-1950 yang juga sedang menyusun Biografi KH. Sholeh Iskandar,” paparnya. Kegiatan yang dimoderatori Kun Nurachadiyat ini benar-benar berlangsung santai, karena Narasumber dan penulis buku, Edi Sudrajat menawarkan berbagai opsi.

“Nanti ketika saya sedang memberikan pemaparan, kalau merasa ngantuk, minta break saja lalu kita tampilkan seni pertunjukan, mau nyanyi, baca puisi, melawak atau apa saja,” kata Edi saat akan mengawali pemaparan.

Edi sendiri mengaku kalau membedah bukunya tentu saja akan membosankan, karena buku bisa dibaca di rumah dalam keadaan santai. Dia hanya memberikan penjelasan secara ringkas, lalu memberikan waktu untuk bertanya. Namun karena belum ada yang bertanya, akhirnya dia dibantu dengan beberapa personil band menyanyikan beberapa lagu.

Tak lama setelah itu, salah seorang Budayawan Bogor, Dadang HP membawakan beberapa cerita pendek yang cukup menggelitik.

“Cerita pendek tersebut bisa Bapak, Ibu baca dalam buku kumpulan Carpon yang akan terbit pada September yang akan datang,” katanya berpromosi. Keadaan menjadi hangat saat Ki Mas Tanu memberikan pernyataan tenting perlunya turun tangan Pemda Kota Bogor.

“Saya merasa trenyuh mendengar pemaparan Ketua MPB Bapak H. Mardjono dan kondisi museum seperti ini. Harus ada langkah kongkrit dari pemerintahan setempat,” tegasnya. (DHP)

Share.

Leave A Reply