banner-hjb-534-pemkab>

Situs Badigul Sanghyang Rancamaya Riwayatmu Kini

0

Bogor, bogorpos.com – Perhatian pemerintah terhadap situs sejarah masih dirasa menyedihkan bagi masyarakat pecinta sejarah. Salah satu buktinya, kondisi situs Badigul yang berada di Rancamaya Bogor Selatan. Badigul bukanlah situs biasanya yang kita kenal, tempat tersebut dipercaya banyak masyarakat menyimpan jejak perjalanan sang raja yang bijak dan adil di Tatar Sunda, yaitu Prabu Siliwangi. Karena sebagaimana informasi dari berbagai sumber terpercaya, Maharaja dipusarakan di Rancamaya. Jadi, setelah wafat, 12 tahun kemudian Raja Suriawisesa atas dasar kecintaan yang sangat besar terhadap Sang Prabu, mengkremasi jenazahnya di Rancamaya.

Kalau kita berkendara ke arah Sukabumi, tak berapa jauh dari simpang Ciawi sudah dipastikan akan melewati Komplek Perumahan elit Rancamaya. Nah, sebetulnya disitulah petilasan Sang Prabu yangterakhir. Namun, karena daerah tersebut telah dimiliki oleh pengembang, maka tamatlah riwayat sejarah Pajajaran, tak satu orang pun kini bisa mengenang perjalanan sang raja bijak dari Tatar Sunda, Situs tersebut telah rata dengan tanah, lalu disulap menjadi tempat para inohong (birokrat, konglomerat, dll) bermain golf.

Ari Jinjin, pemerhati Budaya asal Bogor mengaku sangat prihatin melihat kondisi situs Badigul yang sekarang dan berharap kondisinya dipulihkan kembali seperti sedia kala. Sebab menurut dia, adalah merupakan sebuah tanggung jawab besar bagi masyarakat untuk menjaga dan melestarikan peninggalan leluhur.

“Hablum minalloh hubungan dengan tuhan, hablumminanas hubungan dengan manusia, hablum minal Alam artinya menjaga hubungan dengan alam, jadi bukan merusak tapi melestarikan,” kata Ari Jinjin kepada bogorpos.

Untuk itu Ia berharap dinas terkait berkenan membuat kajian dan penelitian kembali terkait situs badigul agar menjadi jelas apakah situs tersebut sekedar mitos, Legenda, atau betul bahwa di bukit badigul terdapat peninggalan nenek moyang orang Sunda.

karena menurut warga masyarakat sekitar Rancamaya bahwa sebelum di kuasai pengembang perumahan terdapat batu purbakala yang kemudian setelah lahan dikuasai pengembang menjadi tak jelas keberadaannya. “Padahal itu salah satu bukti sejarah keberadaan situs badigul,” pungkasnya. (Djava)

Share.

Leave A Reply