banner-hjb-534-pemkab>

Tradisi Membuat Ketupat Saat Rebo Wakasan

0

Ciawi, bogorpos.com – Rebo artinya nama hari dalam bahasa Jawa, yaitu Rabu dalam bahasa Indonesia, Rebo dalam bahasa Sunda. Sedangkan Wekasan adalah bahasa Jawa yang artinya pungkasan atau akhir. Jadi Rebo Wekasan secara bahasa adalah hari Rabu Terakhir. Tapi sebagai istilah tradisi yang dikenal maksudnya adalah hari Rabu Terakhir dari bulan Safar, yaitu bulan ke-2 dari 12 bulan penanggalan Hijriyah. Karena itu tradisi ini sangat kental dengan Islam.

Tradisi Rebo Wekasan adalah sebuah tradisi memperingati hari Rabu terakhir di bulan Safar. Tujuan peringatan itu adalah menolak bencana, tolak bala. Kegiatan yang dilakukan berkisar pada berdoa, Shalat Sunnah,  bersedekah. Kegiatan-kegiatan itu bisa bermacam-macam dalam praktiknya.

Seperti di Kampung Bakom Ciawi Kabupaten Bogor. Saat Rabu Kasan, warga masyarakat setempat membuat ketupat. Tradisi Rebo Wekasan adalah sebuah tradisi yang masih berjalan sampai hari ini.

“Meskipun tidak semua daerah memperingatinya, tapi paling tidak mereka mengenal nama Rebo Wekasan,” kata Iis, warga Bakom kepada bogorpos.

Sementara itu, pengasuh Majlis Pecinta Sholawat (Pesho) Jelekong Baleendah Bandung Jawa Barat. KH Dede Akbar Suryana, mengatakan ada berbagai pendapat yang berbeda dari para ulama berbeda. Di kalangan nahdliyin Rebo Wekasan itu hari Rabu terakhir, yang mana menurut ulama kasyaf jaman dulu, beliau melihat bahwa hari Rabu terakhir ini ternyata Allah menurunkan petaka dan musibah ke bumi dan manusia untuk sebagai cobaan. Akhirnya untuk terhindar dari petaka tersebut satu-satunya jalan adalah bermunajar berdoa ibadah baca quran shodaqoh dan lain-lain.

“Dimulai habis maghrib atau pagi hari nya di hari rabu tersebut, diharapkan terhindar dari marabahaya, adapun sholat sunnahnya tidak ada sholat husus rebo wekasan, tapi bisa memperbanyak sholat sunat mutlak dua rakaat, dua rakaat sebanyak-bayak nya,” ujar KH Dede Akbar

Pada zaman dahulu, ujar Dede, warga membawa tumpeng masing-masing ke Masjid dan disantap sehabis sholat mutlak tausiah dan berdoa.

“Harusnya dibudayakan lagi supaya jadi momentum ukhuwah islamiyah, ukhuwah basyariyah, ukhuwah lain-lainnya,” pungkasnya.

Share.

Leave A Reply