banner-hjb-534-pemkab>

Taklukan Vietnam 2-1, Indonesia Punya Modal Berharga

0

Cibinong, bogorpos.com – Hasil positif diraih Tim Nasional (Timnas) Indonesia pasca menundukkan lawan tangguh, Timnas Vietnam dengan skor 2-1 dalam laga semifinal leg pertama AFF Suzuki Cup 2016 malam tadi, Sabtu (03/11/2016) di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor.

Meski tipis, kemenangan tersebut menjadi modal berharga bagi Boaz Solossa dkk untuk menghadapi laga tandang di Hanoi pekan depan. Timnas Indonesia boleh dikata tinggal berkonsentras untuk meredam agresivitas dan kecepatan yang memang dimiliki Vietnam.

Pada laga yang juga disaksikan Presiden Joko Widodo tersebut, timnas Garuda tampil menyerang sejak peluit tanda pertandingan dibunyikan wasit asal Australia. Sundulan keras dan terarah Hansamu Yama Pranata hasil
sepak pojok sukses menjebol gawang Vietnam yang dikawal Tran Nguyen Manh.

Di saat ketinggalan, Vietnam mencoba membalas. Mereka melancarkan serangan satu dua sentuhan dengan cepat. Tim asuhan Nguyen Huu Thang meningkatkan tempo permainan dan beberapa kali membombamdir pertahanan Indonesia.

Pada menit ke-17, Indonesia dikejutkan dengan keputusan wasit Gillet Jarred Gavan. Ia menunjuk titik putih karena menganggap Beny Wahyudi mendorong Le Cong Vinh saat perebutan bola lambung di kotak penalti Indonesia. Meski mendapat protes keras dari para pemain Indonesia, wasit tak bergeming dengan keputusannya.

Nguyen Van Quyet yang dipercaya sebagai eksekutor berhasil memperdayai penjaga gawang Kurnia Meiga. Kedudukan berubah menjadi 1-1. Satu menit kemudian hampir terjadi keributan setelah Luong Xuan Truong melakukan pelanggaran keras terhadap Manahati Lestusen. Para pemain Indonesia tak terima melihat aksi Xuan Truong yang berbahaya karena melakukan tackling dari belakang. Namun, wasit hanya memberi kartu kuning kepada Truong.

Indonesia memiliki peluang untuk menjebol gawang Tran Nguyen Manh pada menit ke-36. Pelanggaran yang dilakukan pemain Vietnam di luar kotak penalti membuat Indonesia dapat tendangan bebas. Akan tetapi, sepakan Lilipaly sedikit menyamping di sisi kanan mistar. Kedudukan masih sama kuat hingga babak pertama usai.

Setelah turun minum, skuad Garuda berinisiatif mengendalikan permainan. Kali ini, permainan yang diperagakan skuad asuhan Alfred Riedl kian membaik. Lagi-lagi, Indonesia mendapat gol cepat. Giliran Indonesia yang mendapat hadiah penalti.

Ganjaran itu diberikan setelah Stefano Lilipaly dijatuhkan pemain belakang Vietnam di area terlarang. Kapten tim Boaz Solossa yang dipercaya menjadi algojo berhasil menuntaskan tugasnya dengan baik. Indonesia kembali unggul 2-1.

Indonesia juga memiliki kesempatan emas pada menit ke-62. Tembakan jarak jauh dari Bayu Pradana cukup akurat, namun berhasil diamankan kiper Tran Nguyen Manh.

Dalam sepuluh menit terakhir, Indonesia mendapat tekanan bertubi-tubi. Pemain pengganti Dinh Thanh Trung nyaris menyamakan kedudukan. Berkat ketenangan Kurnia Meiga di bawah mistar, tendangannya mampu ditepis. Kekompakan lini belakang Indonesia juga menjadi kunci kesuksesan Garuda memenangi laga. Duo Hansamu Yama dan Manahati Lestusen yang dipasang menggantikan Fahrudin Aryanto – Yanto Basna cukup kokoh mengawal lini belakang. Buktinya, Indonesia hanya kebobolan sebiji gol, itu pun diperoleh dari penalti. Pemain Vietnam juga kesulitan menambah gol hingga wasit meniup peluit panjang.

Share.

Leave A Reply