banner-hjb-534-pemkab>

Pecinta Wayang Golek Kopdar di Jalekong

1

Bandung, bogorpos.com – Puluhan Pecinta Wayang Golek (PWG) se Jawa Barat, diantaranya dari Cirebon, Kuningan, Sumedang, Bandung, Garut, Bogor dan daerah lainnya berkumpul di saung Giriharja 3, Jalan Jelekong, Baleendah, Bandung, Sabtu, (17/12/3016). Tujuannya adalah untuk mempererat silaturahmi.

Salah satu anggota komunitas Pecinta Wayang Golek (PWG) dari Kuningan, Agus Beben mengatakan, selain menjadi ajang silaturahmi antar anggota, juga agar bisa lebih dekat dengan keluarga besar Putra Giri Harja 3, yang kini dipimpin Ki Dalang H Dadan SS.

“Alhamdulilah bisa silaturahmi tatap muka langsung dengan pecinta wayang golek. Biasanya cuma komunikasi melalui sosial media facebook,” kata Agus Beben kepada bogorpos.

Selaku tuan rumah dari acara tersebut, ki Dalang H Dadan Sunandar Sunarya yang didampingi tim dari Putra Giri Harja 3 dihadapan undangan yang hadir menyampaikan terimakasih banyak kepada para rombongan yang sudah berkenan hadir meskipun berdatangan dari tempat yang terbilang jauh.

“Terimakasih sudah bisa datang, yang dari cirebon, kuningan, sumedang, bogor,” singkat H Dadan SS.

Ki Dalang, yang dikenal ramah dan sangat dekat dengan para fans nya itu juga membagikan kaos satu persatu kepada undangan yang hadir. Dilanjutkan makan bersama, kemudian rombongan juga menyempatkan berziarah ke makam Abah H Asep Sunandar Sunarya (alm), maestro dalang yang namanya mendunia, yang merupakan orangtua dari ki Dalang Dadan Sunandar Sunarya.

Kehadiran komedian Ohang dalam acara itu turut menambah suasana menjadi segar dengan celotehan khasnya. Malamnya, rombongan menonton pementasan wayang golek yang lokasinya tidak jauh dari padepokan Giri Harja.

“Semoga silaturahmi terus terjalin seni budaya warisan leluhur yang sudah seharusnya dijaga, kalau bukan kita siapa lagi yang melestarikannya,” pungkas Agus Beben mengakhiri perbincangan. (Djava)

Share.

1 Comment

  1. Tutun Hatta Saputra on

    Salah satu upaya peningkatan kuantitas dan kualitas Pertunjukan Wayang Golek Purwa adalah melalui kegiatan publikasi, yakni mempererat jalinan silaturahim dengan para apresiator (pendukung, penikmat, pecinta, pemerhati, pengamat, penonton, dan penggemarnya). Pembinaan terhadap apresiator untuk lebih memahami nilai-nilai etis, estetis, dan filosofis yang terkandung dalam pertunjukan wayang, sebaiknya dikondisikan secara konstan. Layaknya diselenggarakan oleh pihak yang berwenang dan bertanggung jawab terhadap pelestariannya. Dengan demikian, makna pesan-pesan tentang norma-norma positif dan negatif (picontoeun dan pieunteungeun) yang dilotarkan dalang beserta pangrawitnya dapat dipahami secara inklusif dan holistik. (tuhasa, 191216)

Leave A Reply