banner-hjb-534-pemkab>

Benarkah Penanganan Transportasi dan Kemacetan Telah Jadi Agenda Prioritas Pemkot Bogor?

0

Bogor, bogorpos.com – Selain memiliki visi misi yang juga tertuang di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Peraturan Daerah (Perda), Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mempunyai enam skala prioritas. Salah satu prioritas tersebut adalah penanganan transportasi dan kemacetan.

Untuk menangani masalah transportasi dan kemacetan, Pemkot Bogor telah melakukan terobosan-terobosan untuk mengurai kemacetan dan memperbaiki sistem transportasi. Terobosan yang dibuat tidak hanya terbatas pada kebijakan perbaikan dan penataan angkutan umum, namun juga termasuk infrastruktur pendukungnya.

Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman menyampaikan hal tersebut saat menjadi salah satu nara sumber pada dialog interaktif RRI di Lippo Kebun Raya Bogor, Jalan Pajajaran Bogor, Rabu (21/12/2016). Turut hadir juga sebagai nara sumber Kepala DLLAJ Kota Bogor Rachmawati, Kepala Kantor Kominfo Kota Bogor Asep Zainal, dan Kabag Adalbang Setdakot Bogor Hilman. Turut hadir Kepala LPP RRI Bogor Arnetty.

Usmar menjelaskan, salah satu langkah terobosan yang telah dilakukan Pemkot Bogor di bidang transportasi dan kemacetan yang paling fenomenal adalah dengan dikeluarkannya kebijakan Sistem Satu Arah (SSA) di jalan seputar Kebun Raya Bogor (KRB) pada triwulan pertama tahun 2016 ini. Kebijakan itu diambil sebagai upaya serius untuk menangani dan mengurai kemacetan khususnya di sejumlah ruas jalan yang mengitari KRB.

“Sebelum SSA ditetapkan, berdasarkan hasil kajian dan analisa diketahui setidaknya terdapat delapan titik lokasi kemacetan. Setelah kebijakan SSA ini dijalankan, hanya tinggal menyisakan sekitar tiga titik lokasi saja di ruas Jalan Otista. Itu pun lebih kepada persoalan infrastrukturnya yang belum siap,” terang Usmar.

Selain itu, secara bertahap Pemkot Bogor mulai melakukan perbaikan-perbaikan dan penataan. Salah satunya pembangunan pedestrian di seputar KRB. Itu dilakukan untuk mengarahkan warga agar lebih memilih green tranportation, yaitu mendorong warga agar lebih memilih berjalan kaki ketimbang menumpang kendaraan umum serta menambah ruang publik.

“Dan sekarang ini, Pemkot Bogor juga telah melakukan pengaspalan di ruas Jalan Otista yang tentunya semakin memberikan kenyamanan kepada warganya. Ini hanyalah sebagian kecil langkah-langkah dan program serta kebijakan yang telah dilakukan pemerintah demi kenyamanan dan tentunya keamanan warga,” jelas Usmar.

Pada kesempatan itu ia juga menyebutkan bahwa kebijakan soal angkutan umum juga akan ditata selain aspek sarana prasarana yang terus dibenahi. Hal ini sejalan dengan orientasi Pemkot Bogor lima tahun ke depan dengan tiga tujuan utamanya untuk menjadikan Kota Bogor sebagai Green City, Smart City, dan Heritage City. (Humas)

Share.

Leave A Reply