banner-hjb-534-pemkab>

Kerupuk Indonesia yang Beragam Digemari Juga di Mancanegara

1

Bogor, bogorpos.com – Kerupuk renyah bakal menambah cita rasa saat makan bagi orang Indonesia. Tapi sejatinya, popularitas kerupuk tak hanya di nusantara lho. Kerenyahannya juga ternyata cukup digemari beberapa negara tetangga di Asia. Sampai-sampai Korea dan Tiongkok pun memesan kerupuk senilai USD950 ribu atau sekitar Rp 12,9 miliar.

Ya, Kerupuk memang mudah ditemukan nyaris di seluruh daerah di Indonesia. Banyaknya jenis kerupuk membuat banyak juga santapan khas nusantara yang disajikan dengan penganan renyah nan mengasyikkan ini.

By Default, biasanya kerupuk terbuat dari campuran terigu atau tepung tapioka dengan bahan perasa lain, misalnya ikan atau udang. Namun ada juga beberapa jenis kerupuk yang terbuat dari kulit hewan atau tumbuhan lain.

Berikut jenis-jenis kerupuk dari beberapa daerah di Indonesia yang raanya pernah dan bisa Anda temukan dalam keseharian kita warga Indonesia.

Kerupuk gendar

Banyak yang menyebut kerupuk ini sebagai karak, atau kerak nasi. Hal tersebut dikarenakan kerupuk ini memang terbuat dari nasi yang mengerak.

Untuk membuatnya, pertama nasi diberi bumbu lalu ditumbuk hingga padat. Nasi yang telah dihaluskan ini kemudian dibentuk memadat lalu diiris tipis-tipis. Hasil irisannya dijemur hingga kering. Setelah itu kerupuk gendar siap untuk digoreng.

Kerupuk kemplang

Banyak terdapat di Sumatera, khususnya di Palembang. Kerupuk ini terbuat dari daging ikan yang sudah dihaluskan dan dicampur dengan tepung tapioka.

Ikan yang digunakan biasanya yang berdaging putih, misalnya belida atau gabus. Bisa juga menggunakan ikan berdaging merah, namun biasanya warna kerupuk akan menjadi cokelat atau keabu-abuan.

Adonan kerupuk lalu dibentuk bulat pipih melebar, dikukus, dijemur hingga kering sebelum kemudian dipanggang. Ya, kerupuk ini diolah bukan cara digoreng seperti kerupuk kebanyakan.

Cara menyantapnya pun cukup unik. Anda bisa mencocolkan kerupuk ke sambalnya yang terbuat dari asam, cabai dan gula pasir.

Kerupuk kulit

Kerupuk kulit terbuat dari kulit sapi atau kerbau. Kulit dibersihkan, direbus, dijemur hingga kering baru kemudian diberi bumbu dan digoreng.

Sangat dikenal di banyak daerah, karenanya penyebutan makanan ini juga berbeda-beda. Di Sumatera Barat kerupuk yang umumnya terbuat dari kulit sapi atau kerbau ini dinamai jangek. Sedangkan di Solo, kerupuk kulit disebut rambak.

Di Yogyakarta, kerupuk kulit sapi dipakai sebagai campuran gudeg, dibuat sayur dan diberi tambahan cabai. Kerupuk kulit ini kemudian dinamakan krecek.

Di Bali, kerupuk kulit biasanya terbuat dari kulit babi.

Rengginang

Kerupuk yang juga terbuat dari olahan beras ini dinamakan rengginang. Bedanya dengan gendar, rengginang terbuat dari olahan beras ketan.

Cara membuatnya, ketan yang sudah ditanak kemudian diberi bumbu lalu dibentuk bulat pipih dengan rongga-rongga udara, kemudian dijemur hingga mengering. Ketan yang telah mengering ini kemudian siap untuk digoreng.

Rengginang dikenal berasal dari Wonogiri, Jawa Tengah. Kini rengginang tak hanya dibumbui gurih, namun juga ada rasa lain seperti manis dan asin.

Rempeyek

Tidak diketahui pasti dari mana rempeyek berasal. Namun kerupuk yang satu ini banyak digunakan sebagai makanan pelengkap saat menyantap nasi pecel di daerah Madiun, Jawa Timur.

Cara membuat kerupuk ini cukup mudah. Resepnya pun banyak terdapat di internet.

Anda hanya membutuhkan tepung terigu yang dicampur santan, daun jeruk, kacang tanah yang telah dicincang dan ketumbar. Adonan tersebut dicampur menjadi satu, lalu dituang ke minyak panas tipis-tipis hingga matang.

Kerupuk melarat

Dinamakan kerupuk melarat (miskin) karena kerupuk ini digoreng tidak menggunakan minyak, melainkan dengan pasir yang dipanaskan dalam wajan. Konon awal mulanya kerupuk ini diolah dengan cara demikian karena si pengolah tidak memiliki cukup minyak untuk menggoreng.

Ternyata pasir justru menambah aroma dan rasa gurih pada kerupuk ini. Sementara bebasnya kerupuk warna-warni ini dari minyak membuatnya lebih rendah kolesterol.

Amplang

Kerupuk amplang terbuat dari daging ikan tenggiri yang telah digiling kemudian dicampur dengan tepung dan bumbu lainnya. Kerupuk amplang berbentuk bulat kecil-kecil.

Seringkali juga bulat dengan ujung meruncing, menyerupai kuku macan. Sehingga di Samarinda, Kalimantan Timur kerupuk ini dinamakan sebagai kerupuk kuku macan.

Selain di Indonesia, amplang juga dikenal di Malaysia.

Kerupuk kampung

Kerupuk kampung ini paling banyak ditemukan di kaleng kotak biru yang banyak terdapat warung-warung. Bentuknya bulat pipih selebar telapak tangan.

Wujudnya tidak padat agak mirip mi, meski teksturnya berbeda. Kerupuk berwarna putih ini terbuat dari tepung tapioka yang dibumbui sedikit gurih.

Karena rasanya yang tidak terlalu kuat, kerupuk ini seringkali dikonsumsi sebagai teman menyantap berbagai jenis makanan. Misalnya soto, mi instan atau sekadar menyantap nasi dan lauk pauk.

Kerupuk mi

Mirip kerupuk kampung, hanya saja kerupuk mi memiliki rasa bumbu yang lebih asin, warnanya pun kuning terang. Bahan yang digunakan juga mirip dengan kerupuk kampung. Bedanya ada pada cara mengolahnya.

Sebelum digoreng, kerupuk mi dicelupkan dengan beberapa bumbu halus berupa bawang putih, garam dan air. Setelah itu kerupuk harus dijemur kembali agar bumbu meresap. Setelah mengering, barulah kemudian kerupuk digoreng kering.

Biasanya kerupuk mi disajikan dengan sambal kacang yang pedas. Bisa juga dibuat sebagai pelengkap pada asinan Betawi.

Kerupuk udang

Paling banyak dijumpai dalam bentuk setengah lingkaran dengan lengkungan di bagian dalamnya, mirip bulan sabit. Kerupuk udang terbuat dari tepung tapioka, udang yang ditumbuk halus serta rempah dan penambah rasa lainnya.

Bentuknya beragam, namun yang paling banyak dijumpai adalah yang menyerupai bulan sabit dan tipis.

Di beberapa daerah seperti Lamongan dan Surabaya, setelah digoreng kering kerupuk udang biasanya ditumbuk bersama dengan bawang putih goreng. Bubuk kerupuk udang dan bawang putih ini dikenal dengan nama koya dan disantap sebagai taburan soto.

Kerupuk jengkol

Untuk membuatnya, jengkol yang sudah direbus akan ditumbuk hingga halus, kemudian diberi tepung tapioka, garam, bawang putih dan penyedap rasa. Adonan kerupuk lalu dikukus sebelum dijemur dan digoreng.

Selain di daerah Jawa, di Sumatera khususnya Palembang juga mengenal kerupuk jengkol sebagai pelengkap makan nasi dan lauk pauk. Rasa dan aroma jengkol tidak akan terlalu kuat setelah kerupuk matang.

Jengkol juga bisa dibuat kerupuk jenis lain dengan cara dibumbui, ditumbuk hingga pipih lalu digoreng hingga mekar. Kerupuk jenis ini dikenal dengan nama emping jengkol.

Share.

1 Comment

  1. Pingback: Kerupuk Indonesia yang Beragam Digemari Juga di Mancanegara – KRUPUK KULIT BOGOR

Leave A Reply