banner-hjb-534-pemkab>

Mancing Belut di Sawah Memang Beda

0

Caringin, bogorpos.com – Di era modern ini, bisa jadi kegiatan mancing belut tidak lagi sering dilakukan masyarakat. Padahal mancing ikan Belut di sawah menawarkan tantangan dan sensasi tersendiri.

Memang, populasi Belut di sawah saat ini tidak lagi banyak seperti masa lampau. Penurunan populasi Belut sawah lebih diduga dikarenakan penggunaan senyawa kimia oleh petani saat melakukakan pemupukan serta penyemprotan tanaman.

Oleh karenanya tidak heran bila orang seringkali menggunakan alat stroom bertegangan rendah untuk menangkap Belut karena lebih mudah dengan hasil yang lebih banyak daripada memancing memakai joran. Tetapi untuk penghobi mancing belut, perkara memperoleh banyak atau sedikit tidak menjadi soal, sensasi serta pengalaman waktu memancing tersebutlah yang mereka cari.

Seperti yang dilakukan oleh Bondi Badrudin, warga kampung Babakan Lengis Caringin Kabupaten Bogor. Menurut dia, saat umpan dimakan belut yang tengah berdiam di lubangnya merupakan keasyikan yang berkesan.

“Kenikmatan tersendiri kalau umpan sudah dimakan belut, istilahnya terasa nut nya,” kata Bondi kepada bogorpos, Rabu, (4/1/2017)

Mungkin saja anda juga tertarik untuk coba memancing ikan berlendir yang satu ini. Jika iya, Bondi memberi penjelasan singkat cara mancing Belut di sawah yang umumnya dikerjakan pada malam atau pagi hari. Peranti yang umumnya dibawa yaitu, kenur, kail serta untuk umpannya yaitu cacing, katak kecil (bancet), ikan kecil (bungkreung).

Sama dengan merangkai alat pancing yang lain hanya tidak diperlukan pemberat timbal serta tidak diperlukan pelampung. Pertama dapatkan sarang Belut berbentuk lubang didalam tanah yang tampak bersih serta tidak ada timbunan kotoran di bibir lubang. Diameter lubang umumnya sebesar jempol tangan serta pada malam hari biasanya kepala Belut bakal menyembul keluar lubang. Pakai senter untuk temukan liang Belut ini.

“Kalau mancing malem, belut suka keluar lubang, tapi harus bawa senter buat penerangan,” katanya.

Letakkan kail berumpan itu ke lubang Belut. Lanjut dia, diamkan sebentar hingga belut mengigitnya. Tandanya apabila umpan dimangsa adalah terasa kenur tertarik ke lubang. Biarlah saja kenur terbawa sampai ke lubang, lantas tarik ulur seperti menerbangkan layang-layang. Tarik ulur dikerjakan sampai di pastikan Belut mengonsumsi umpan yang ada dengan sinyal tarikan kenur yang kuat. Apabila itu yang berlangsung, tarik kenur pelan-pelan hingga Belut nampak dari persembunyiannya.

“Selekasnya tangkap serta bantingkan ke benda keras hingga Belut pingsan. Hal semacam ini dilakukan supaya Belut tidak lepas karena Belut licin walau telah dipegang dengan kuat,” jelasnya.

Sebagian pemancing Belut di daerah lain ada pula yang tidak menggunakan benang senur umum, tetapi memakai benang sol untuk menjahit sepatu. Bukan sekedar sehelai tetapi 3 lapis benang sol sekalian. Untuk umpan mancing belut juga bukanlah cacing seperti umumnya tetapi memakai umpan katak.

“Mengapa katak?, Karena katanya bila musim katak juga tengah musim Belut,” pungkasnya. (Djava)

Share.

Leave A Reply